Sabtu, 27 Oktober 2012

FOKUS: Lionel Messi & Cristiano Ronaldo - Dari Anak Cengeng Hingga Pemain Paling Top Dunia

Cristiano Ronaldo y Leo Messi (Fotomontaje)Tinggi Leo Messi hanya 169 cm. Ia tak selalu menjadi sosok yang tinggi. Ketika ia datang di Barcelona sebagai bocah 13 tahun dari Barcelona, tingginya 137 cm, hampir 30 cm lebih pendek dari rata-rata anak Barcelona seusia itu.

Saat masih anak-anak, Messi diduga mengidap kekurangan hormon pertumbuhan yang langka. Kondisi itu terjadi dengan kemungkinan 1 dari 20 juta orang. Itu bukan faktor keturunan. Adik perempuannya, Maria Sol, sebagai contohnya, adalah wanita muda yang tinggi.
Rata-rata biaya perawatan, termasuk suntikan setiap hari untuk tiga hingga lima tahun, mencapai £100.000 per tahun. Uang sejumlah ini tak mampu dibiayai orang tua Messi. Messi mulai menjalani perawatan pada 1998.

Saat itu, ayahnya bekerja di perusahaan pabrik baja, ibunya di pabrik magnet. Asuransi kesehatan untuk mengobati Messi habis dalam dua tahun.

Klub lama Messi Newell's Old Boys awalnya menawarkan untuk membiayai separuh jumlah suntukan, tetapi pembayaran mulai datang terlambat, dan orang tua Messi mulai tak sabar dan membawa anak mereka untuk uji coba di Barcelona saat peluang itu datang.

Keluarga Messi ikut ke Barcelona saat ia memutuskan untuk belajar di sana pada Februari 2001. Mereka tak begitu banyak mengenal kota baru mereka, dan terkejut saat mengetahui kota itu berada di pinggir laut. Karena tak betah, ibu dan saudara-saudara kandungnya kembali ke Rosario, tempat kelahiran Che Guevara, pada musim panas tahun itu.

Messi, yang juga berlibur musim panas di Argentina, ditanya berulang kali apa yang ingin ia lakukan, ia memutuskan secara sepihak kembali ke Barcelona. Ayah Messi, Jorge, yang wajahnya mirip anaknya itu dan menangani keuangannya hingga hari ini, bertahan di Catalunya untuk mendampinginya. Bintang muda itu mengakui ia terkadang merasa sangat buruk dan sering menangis di rumahnya sendiri, sehingga ayahnya tak melihat.

Sir Alex Ferguson: Absennya John Terry Rugikan Chelsea

UEFA Champions League: John Terry,  FC Shakhtar Donetsk v Chelsea FCPelatih Manchester United Sir Alex Ferguson menilai absennya John Terry di lini pertahanan Chelsea akan merugikan The Blues.

Ferguson meyakini pemain yang baru saja mengundurkan diri dari tim nasional Inggris tersebut adalah salah satu pilar Chelsea.

"Pemain-pemain yang telah berada di klub selama bertahun-tahun seperti Terry, [Ashley] Cole, [Frank] Lampard dan [Petr] Cech, itu akan memberi kestabilan," ujar Ferguson.

"Kontinuitas dengan pemain berpengalaman seperti itu pasti membantu ruang ganti. Mereka akan kehilangan Terry karena dia adalah sosok yang dominan. Dia kapten mereka, dia memiliki pengalaman dan dapat menjadi bek yang sangat kejam. Kehadirannya adalah hal penting bagi mereka, Anda akan selalu merasa kehilangan pemain seperti itu."

David Villa Menyesal Tolak Juventus

David Villa, Barcelona, Real SociedadMedia Spanyol melansir kabar yang sedikit mengejutkan terkait keinginan David Villa menjadi solusi lini depan Juventus di bulan Januari nanti.

Manajemen Bianconeri pernah nyodorkan proposal pembelian striker timnas Spanyol itu di bursa musim panas lalu namun sang bintang yang pada saat itu baru pulih dari cedera parah memilih bertahan di Camp Nou.

Fichajes.net mengklaim Villa sekarang menyesali keputusan tersebut karena sekarang dia tak terlalu banyak mendapat kesempatan bermain secara reguler.

Sementara itu Juventus masih mencari 'pemain top' untuk memperkuat daya gedor di lini depan. Sebelumnya si Nyonya Tua gagal merayu pemain papan atas seperti Stevan Jovetic, Fernando Llorente dan Robin van Persie.

David Villa diyakini akan menjadi pemain ideal bagi klub raksasa Turin tersebut meski pada bulan Desember nanti dia akan berusia 31.


sumber

Bandung raya Bangkit dari Kubur , Djanur harap Pelita Jaya tidak Musnah

Sebagai salah satu orang yang membesarkan nama Pelita Jaya, Pelatih Persib Djadjang Nurdjaman berharap nama Pelita Jaya tetap ada.
Seperti diketahui, bandung raya seolah bangkit dari kubur setelah lama menghilang dari atmosfer sepakbola nasional dengan  Pelita Jaya diakuisisi oleh Bandung Raya mereka siap kembali ke ISL . Djanur (sapaan Djadjang Nurdjaman) sangat menyayangkan kalau nama Pelita Jaya harus dihilangkan. Mengingat tim milik Nirwan Bakrie tersebut sudah cukup lama malang melintang dan terbilang eksis di kancah persepakbolaan nasional.

"Sangat disayangkan kalau nama Pelita Jaya hilang. Pelita Jaya sudah cukup eksis di Galatama sampai di liga sekarang. Walaupun tidak punya tempat tetap dan penonton, Pelita selalu berjalan. Jadi menurut saya, sayang saja kalau sampai hilang," ujar Djanur kepada wartawan di Mes Persib, Jalan Ahmad Yani, Sabtu (27/10/2012) siang.

Djanur pun mengenang kembali, kala dirinya ditunjuk sebagai pelatih senior saat pelatih sebelumnya Fandi Ahmad mengundurkan diri. Saat itu, tim berjuluk The Young Guns tersebut hampir saja degradasi. Meski akhirnya selamat, usai memenangkan drama adu penalti kontra Persiram Raja Ampat yang saat itu ditukangi Raja Isa.

"Dulu saya paling was-was waktu tahun pertama menjadi pelatih senior Pelita. Kita hampir degradasi. Setelah ditinggal Pelatih Fandi Ahmad. Poin kita waktu itu cuma 16. Untung saja di enam pertandingan kandang, kita menang. Akhirnya kita play off lawan Persiram. Pelatihnya waktu itu Raja Isa. Dengan pemain pas-pasan kita akhirnya lolos setelah menang adu penalti 5-4," kenangnya.

"Dulu saya mulai masuk pada 2008, menjadi pelatih U-21 Pelita Jaya. Kita berhasil juara di tahun itu. Tapi pada 2009, kita kalah sama Persib di final. Setelah itu saya masuk ke tim senior," imbuhnya.

Lanjut Djanur, dirinya pun tidak menyangka jika mantan timnya tersebut akan bernasib seperti ini. Dia pun berharap, nama Pelita Jaya tetap ada meski sudah dimiliki pihak lain. "Jujur, saya tidak menyangka bakal begini. Mudah-mudahan saja, nama Pelita tetap ada," tandasnya.